re-activate this blog to import all entries from cabekriting.multiply.com yang kepoh sama entry "contact only", sabar ya ;)
Wednesday, January 30, 2008
daily rambling (yeah, as ussual...)
enough is enough, ain't gonna be in that circle, no more!
ain't gonna miss the fun either
Tuesday, January 29, 2008
here it comes
ain't skinnier none the richer, obviously the reason I failed fulfill my dream. No regret though,
And here come the numbers I let myself join the club.

pretty cake from pretty lady for fatty mama.
Thank you mbak nining.
PS : yang mau nyobain...silakan mampir ke kantor gue.
Friday, January 25, 2008
Review: RAHASIA MEEDE - Misteri Harta Karun VOC

| Author: | E.S. ITO |
Ingin rasanya, mata pelajaran ini dihapuskan saja.
Ternyata benar Pidato Sang Proklamator "JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah"
Melalui buku ini, ternyata sejarah menjadi menyenangkan, rentetan fakta dari masa lalu memompa adrenalin saya untuk terus membca thriller setebal 671 halaman ini.
Awal cerita sepertinya Batu Noah Gultom seorang wartawan Indonesia Raya, Guru Uban guru sejarah di Bojonggede, Cathleen Zwinckel mahasiswa Universitas Leiden yang (niatan awalnya) menyelesaikan thesis tentang masa kolonial belanda dan Erik-Robert-Rafael tiga orang peneliti dikirim dari Amsterdam , hidup dalam tugasnya masing-masing, ternyata bermuara pada satu misi.
Sebagian dari cerita masa lalu negeri ini diurai dalam buku ini,namun tidak banyak keterangan - kenapa putra bone yang memandu saya di Fort Rotterdam , Makassar- Juli 2005 - itu gusar ketika saya melontarkan kalimat "Arung palaka seorang pengkhianat".
Alur yang melompat-lompat,antara masa kini dana masa dimana negara ini masih dijajah (secara fisik) makin membuat cerita ini memikat, penuh kejutan yang membuat penasaran.
Sebelum melompat ke bab 2, kata2x Bukittinggi-Brussel-Bangka-Boven Digul, membuat saya mengira cerita ini tentang tokoh --- yang hidupnya seperti putaran hari -- Bung Hatta---hah, tidak sepenuhnya salah. Tempat yang semua hurufnya
berawal B --- adalah tempat ditemukan 4 orang terbunuh yang kemudian keluarga ditinggalkan mendapat pesan singkat, bila dirangkaikan menjadi kalimat dari teori 7 dosa sosial Mahatma Gandhi.
Kata Kalek kepada Batu ketika buronan ini akan diserahkan ke polisi.
Hmmm, andai Agus Salim dan Bung Hatta masih hidup, menangiskah mereka melihat problem bangsa ini?
Wednesday, January 23, 2008
"mungkin aku jadi kuli bangunan yang bangun rumahmu"
Setelah kembali dari sana sekitar 2-3 tahun kemudian, saya loose contact dengan hampir semua teman2x disitu. Alasannya, organizer yang berisisi foto2x, alamat dan no telpon teman2x,
termasuk catatan kecil testimoni mereka, (saat itu situs friendster belum ada
Data pribadi mereka ada di organizer itu, berhubung organizer itu sempat lenyap, lenyaplah personal info teman2x yang saya kenal di Duri.
Ketika orang tua saya pindah dari Puri Indah ke Bintaro,
voila, organizer itu tiba2x muncul
Senangnya...serasa menemukan sebagian dari diri saya di masa lalu
*halah*
Berdasar nama lengkap mereka, iseng saya mencari teman2x lama saya itu,
melalui situs friendster, karena tampaknya semua orang --- termasuk boss saya yang rada gaptek--- juga ikutan situs itu.
Beberapa pencairan berhasil, sayangnya tidak semua account FS mereka update.
namun setidaknya "bertemulah" saya dengan salah satu dari mereka.
Sebut saja namanya Slamet, seingat saya blio mahasiswa teknik mesin di Unibraw, Malang.
Perjalanannya datang ke Jakarta, untuk mengambil "tiket" terbang ke Duri, Riau
membuat saya tertawa terbahak2x siang itu di MessHall (tempat makan) PT CPI.
Bagaimana tidak, di pertengahan 2000 kali pertama blio bersama 2 rekan lain, tony dan eddy ke Jakarta.
Kenorakan "anak kampung" langsung diceritakan, bagaimana dia foto di tiap jengkal langkah mereka dari Gambir ke Gedung Sarana Jaya belakang Gedung Indosat, berfoto dengan latar belakang MOnas,tanaman2x perdu yang ada disitu termasuk berfoto dengan latar belakang kemacetan Jakarta.
oh lala...macet di Jakarta ternyata menjadikan atraksi yang menarik buat orang dusun
Mind you, saat itu belum era kamera digital, sehingga saya tertawa geli mengetahui mereka menghabiskan 3 roll film untuk mengabadikan sudut kota Jakarta yang menurut saya tidak menarik.
itu dulu...8 tahun lalu akhirnya saya "bertemu" dengan blio melalui FS,
daN akhirnya bertukar id YM ,
ingat kata2x waktu dia dan saya chatting melalui YM
S: "aku tuh dibawahnya anak kampung"
S: " anak dusun terpencil ky..."
K:
"Sinyal HP nyampe?"
S: "waktu kita di DUri dulu, sambungan telpon aja belum
ada"
S: " di keluargaku, cuma aku dan kakakku yang kuliah"
S: "bapakku
sampai jual semua kambing dan sapinya untuk biaya aku kuliah..."
S: "untung
aku kuliah"
S:" kalau tidak, mungkin aku jadi kuli bangunan yang bangun
rumahmu"
S: “seperti teman lain di dusun”
K:*iseng* potongan loe dah
mirip siy ya..
sebuah kalimat yang memang asal saja terketik melalui jari2x. tidak ada maksud untuk menghina.
sempat melihat foto2x dia disitus pertemanan itu,
kerja di anak perusahaan BUMN, setidaknya membuat pundi belio sedikit tebal,
kini mampu membeli rumah walopun sedikit di luar kota,
sampai pulalah anak dusun singosari ke Negara tetangga,
mungkin tugas kantor yang disisipi jalan2x namun setidaknya anak dusun itu punya paspor sekarang.
Dulu teman saya sangat norak dan kampungan datang ke Jakarta lewat gambir,
entah kenorakan apa yang blio lakukan ketika menginjakan kaki di KLIA
ada beberapa kenalan saya bernasib serupa, seperti Kardi misalnya.
dan saya selalu mempunyai kebanggaan sendiri mempunyai teman seperti ini,
bagimana keterbatasan --- kata halus dari miskin --- membuat mereka tetap semangat, PD dan tidak minder, ends up keluar dari lingkaran yang itu-itu saja.
Mengingatkan saya untuk tidak cepat keluar kata menyerah ketika sedang gagal dan tentu saja, BERSYUKUR!
Sunday, January 20, 2008
Sama-sama sarjana ASI
Kuda yang kita tunggangi, bernama DAHLIA. asli...disini gue baru nyengir
Kuda dahlia, baru saja melahirkan kuda betina berbulu putih, kata si mamang pemilik kuda, jarang banget bisa lahir kuda putih betina, mengingat si dahlia kuda coklat.
Kata si mamang lagi, anaknya dahlia ini berusia 5 bulan, belum makan apapun kecuali susu induknya.
hihihi...ya kuda...ya orangnya...sama2x sarjana ASI Eksklusif donk kalo gitu....
cerita disini,
foto2x lain nanti ya....*males*
PS : ayahnya si Kuda juga ngga bebulu putih...
Wednesday, January 16, 2008
another wish
some time ago, dini sent me email, and said:"bow, kerjaan loe apa seh...kayaknya jalan2x mulu"
Monday, January 07, 2008
My Grandma Pass AwaY
when I was about leaving the house and kiss my mom goodbye,
Mom told me that My Grandma passed away at
I didn’t cry when I learnt that my grandpa died 14 years ago, so I thought I wouldn’t this time.
But I was wrong.
When I put my shoes on, I can’t stop my tears from falling.
November 2006, couple of days after Hari Raya, was the last time I see my grandma and introduced her two others Great Grandchildren (she has 31 grandchildren and about 20 Great Grandchildren).
All the memories just popped up,
One day she called me and told me this :
“Kalau kau kerja, jangan kau tinggal anak kau dengan pengasuh, antar ke rumah mama atau suruh mama datang ke rumah kau. Nanti disiksanya cicit nenek, pengasuh sekarang banyak yang ngga baik”
My sister and I were surprised where she came up with the idea, I always thought she’d never concerned about one of this, since she just a regular “old time “ woman, get married at the age 15 and stayed at home brought up her children.
She used to live in Payakumbuh, but moved with my auntie in Duri,Riau since couple of years ago since no one taking care of her. (her son in law passed away 2 weeks ago, a great loss for my auntie, first her husband and now her mom).
Actually, she just built a new house in Payakumbuh (the house is empty, she refused to have it rent since on Lebaran day she’d be there). she even designed the house, and supervised its construction. The house then named after her son, who passed away on July 2001.
She always asking me, when will I visit her in that house, and I keep telling her
“Nanti nek, kapan2x…”
“kapan? Nanti nenek keburu meninggal”
and it happens.
After loosing her husband, her 6 children 1 great grandchild, 1 son in law, now it her turn.
And even worse, I don’t recall when was the last time I have her on the phone.
Just feeling what a lousy granddaughter I am.
In her life, She was never been hospitalized, not even once!
She is about in her mid-80’a, no one sure when she was born (the exact Masehi Year, the record was in Hijriah Year).
Good bye, Nek. I’ll miss you! A lot!
Saturday, January 05, 2008
dynamic duo
diingetin ama ardian waktu kemaren chatting.
kalo ngga salah gue masih SMA waktu lagu ini boooming,
lagu yang bikin ABG (saat itu) termehek2x...
Thursday, January 03, 2008
postingan pertama tahun ini
hari pertama kembali "nguli" setelah 14 hari di rumah saja... :). Kembali ngejar-ngejar KLR yang ternyata tarifnya sudah naik itu.ihiks...
Well, berita pertama ketika mengaktifkan email kantor, terkait dengan SIngle Presence Policy dari Bank Indonesia, datok-datok memutuskan
M.E.R.G.E.R
so I guess,
this year,
will be lots of surprises, changes and challanges.
Wish me Luck!
Friday, December 28, 2007
Saturday, December 22, 2007
a journey to bogor
not only the destination but I put some (new) adventure for my two precious.
We left home at 6.45 am headed to Gambir,
oh yeah...we left the car at home and took Pakuan Express train.
There were Susi my collegue and....tante D the "Biduan Madura" coming along with us.
Susi and I had planned this trip days ago, and at very late at night I invited Day,
(sorry kak InJul and Bude Dini....:P)
We (suppose) to take 7.45 am train, but it was late. probably there were sooo many people
going mudik...so many train schedule, the peron was so crowded.
This is Kezia 2nd KRL trip but the first for baby #2.
He liked to wander around the train. Hmphhhh....
An hour latter, we arrived at the station, and looked for breakfast
(since we plan to do Wisata Kuliner, we didn't have our breakfast on purpose, but my babies did...)
Actually, I wanted to dine in every place that was recomended by TAMASYA MAGAZINE a month ago but i mistook it somewhere.
we had quite a long walk, we arrived at SMA I Bogor, and there is a hawker centre beside the school.
I asked for Es KELAPA JERUK....what a refreshment!
Susi and I have Kupat tahu and Day had TOGE GORENG, off course.
Then we took delman to Kebun Raya Bogor...
kakak didn't want to join at first and I pursued her,
He asked a plastic ball instead, I let her and her brother buy the toy.Hmpph...o well.
Then we have another walk.
And guess what, this pool has little crocodile! Day ans Susi did saw it themselves, I didn't cause I was taking some pictures.
Kakak was so borring then start to annoy us, she wanted to see deer.
That's why I failed to take some pictures
It cost Rp 10.000/person, and you know what...the KBR only had 4 of this, but today only 2 of thes was operated.
Hayya....this weekend sir, lot of people coming! Lucky us then.
The driver was nice, he act as a guide tour and did his job great.
Dahlia think he kinda cute.
Oh boy!
Another 30 minutes spend here, then we left the garden. as my promise to Kezia who's being kinda annoyig,
We like to see the Deer in front of Istana President,
then wee took Angkot 02. I guess this is Kevin's First Angkot RIde.
it was a loooonggg ride, since there were so many "one way " road in this city latter the angkot stopped not far from SMA !...ughh...we have to walk around 400 m.Kevin was sleeping.
there were 3 deers by The Fence.
I wonder how they get there, because right after the fence was a little river.
It was 12.30 pm, time to eat.
We decided to have lunch In Macaroni Panggang, we took Angkot 03 to taman Kencana, stopped right in front of the resto.
WE ordered (of course) Macaroni Panggang Special, and I ordered Sop Makaroni and Beef Omelet for the babies.
Dahlia ask for Jus Kacang Hijau, and Kezia asked for Strawbeery Juice.
They both taste great.
The store also sell LASAGNA GULUNG, TIRAMISU, STEAK, BLUDDER CAKE(tape and DUREN...oh em gee...)
but off course we don't have extra space trying them all.
should be back there some day.
another 2 hour, we left MP heading for PiA Apple Pie in Jl. Pangrango
We had Cheese Crust and Strawberry Pie, I had Apple Bandrek, Dahlia had Hot Rum Coffee (taste like tiramisu) and susi had BAJIGUR.
An hour latter we left this PIA Apple PIe, and went back to station, I guess the babies tired already.
Oh No, it was raining, and I didn't prepare the raincoat as well as the umbrella.
thanks GOd dahlia bring her rain coat, enough to cover Kevin's head and susi brought her umbrella.
Since there were soooo many One way Road, we had another 15 minutes walked to the main street near Sempur and took any angkot that will get us to the station.
I wanted to take train direct to SERPONG it was 16.28 on schedule, but it isn't operated on weekend.
So went back to Gambir, at the train I meeyt Titut and Mas Made, the participant from Woman ISsue on Pesta Blogger 2007 last October.
Well, anyway shortly after Azan Magrib we were home...at last.
A great little trip for us! thank susi dan day...:)
here for more pictures
Friday, December 21, 2007
dedicated to Riri
she's expecting the 4th baby boy...
and i tellin' you this
she used IUD already after delivered the third one
safe labor, sis...
Thursday, December 20, 2007
(my) Medan Food Story
sekalian melengkapi edisi wisata kuliner yang terdahulu.
Minggu
Pas hari pertama, pulang dari brastagi,
Menu unggulan restoran ini...BAWAL STEAM!
Ikan Bawal yang direbus, disajikan dengan tauco, irisan jahe, cabe rawit...
mak.....
Mana pas dari Brastagi gue rada masuk angin, pede banget ngga pake sweater yang tebel.
*ngga nyangka juga langsung dibawa ke brastagi*
Gue sempet ngelirik harganya *dibayarin bow*, Rp 20.000/porsi.
Konon kabarnya ayam goreng kampungnya juga enak...tapi gue ngga nyoba, udah kenyang...
tempatnya kebuka gitu, ngga pakai AC and in my opinion tempat parkirnya terbatas.*reffooot kalo mau pulang dibelakang mobil kita ada mobil lain*
Pas jam makan siang, orang cabang jemput rombongan sirkus dari tempat gue kerja itu.
We were heading to JL Jemadi, tempat gue makan udang segede tangan itu.
Ya sayang...berhubung udang laris manis tak sempat kuabadikan, yang kuabadikan Gulai Kepala Kakap nya aja.
tempatnya biasa aja, ngga fancy, ngga ada AC tapi bersihlah dna parkir luas.
Dan berhubung yang bayarin bos besarnya Lubeck, gue ngga tau harga makan2x disini.
Eh iya, es timun dan jus terung belandanya ya segerrrrrrrr...pa lagi kemaren panas. Pas bener...
dan malamnya,
Acay jemput kita lagi, karena hujan deressss, milih di Sun PLaza aja.
Pas duduk, kita langsung disamperin beberapa pelayan yang menawarkan Dimsum, Dessert, goreng-gorengan gitu...so tips gue jangan lapar mata deh.
Gue pesen Mie Ayam Ceker (no 1) , mbak Evy mesen paket Nasi bebek (2).
Well, kita ngamblin beberapa dimsum dan desert (yang seporsinya antara Rp 7500 - Rp 15.000-an) banyak banget , Sop Ayam Obat (gambar no 3) buat 4 orang, plus minum Chineese Tea . Kalo ngga salah bayarnya cuma Rp 250 ribuan. Lumayan lah, worth it.
Sup Ayam Obat, sup ayam biasa, porsinya kecil tapi ada rempah dari negri tirai bambu sana yang dapat menjaga kesehatan. Gue ngga tau nama rempahnya apa...dikasih tau siy ama Acay (gambar 4 duduk seblah mbak evy), tapi biasalah...lupa bow.
Sepulang gue foto2x di istana Maimoon itu, gue janjian ama temen waktu sama2x jadi Manajemen Trainee ditempat kerja sekarang, tapi doi udah pindah kesebelasan, ntar lagi Lubeck kayaknya nyusul dia.
eniwei, setelah "makan besar", Juniko ngajak gue had a dessert di HAHNDORF.
Kabarnya siy, cuma ada dua di Melbourne dan Medan. Yang punya resto ini pernah sekolah (ato kerja ya...
Gue minum Premium Hot Chocolate, makan Wafel dan nyobain buah-buah yang dicelup coklat itu.
Coklatnya, nyoklat banget deh, slurp...
Wafelnya tipis agak crunchy, dikasih topping vanila ice cream plus disiram coklat.
Buah-buahan yang disediain ada anggur, nenas, pisang, stawberry dan....tomat cherry.
Yah...yang terakhir ini gue ngga suka, agak anehnya rasanya kalo dipasangin ama coklat leleh, si Juniko sengaja ngga bilang lagi itu tomat...)
Gue sempet ngelirik tag harga, makanan di restoran ini (dan jualan coklat juga...) antara Rp 17.000 - Rp 50.000...gue dibayarin (lagi) seh....
HAHNDORF ada di Sun Plaza (again....) lantai...hmmm...3 ato 4 kali, sebrang Marrie Body France pusat pelangsingan tubuh itu...*sesuai Feng Shui ngga tuh letaknya*
Rabu,
Malam sepulang berkebun itu, gue diajak Acay (lagi) makan di Selat Panjang, daerah Pecinan. Dan diantara 6 peserta, cuma gue yang muslim sendiri, asli deh...milih Bubur Ayam aja biar aman.
Bubur ayam dicemplungin telur, cakwe,ayam dan daun bawang bisa ambil sendiri (disajikan terpisah), plus telur hitam itu (gambar kiri bawah).
Cuma ya gitu deh, ketika ada satu orang mesen B2, hmmmphhhh...
tuh bubur ngga ketelen lagi ama gue.
Gue ngga tau seporsinya berapa (hehehhehe, for free lagee), but IMHO this isn't a dine place for moslem, better not lah...
tambahin ini ah, kalo dari tebing Tinggi restoran ini ada dikiri jalan daerah Perbaung(an?)
Kami makan disini dari PKS PTPN IV itu...karena sudah melewati jam makan siang yang teramat sangat...rasanya siy....enak aja.
Jus terong belanda juga enak...hihihi.
Gue review tempatnya deh, luas bersih walo ngga pake AC, parkir luas, ada buat lesehan juga...dan mushollanya...ber AC...* numpang ngadem*
Malamnya,
orang cabang ngajak makan Seafood di Cemara, duh...lupa gue, ini nama komplek ato nama jalan ya?
tempat kami makan kemaren, masuk komplek, lurus aja ampe U-turn, pas U-turn, restoran yang pertama.
Standard Sea Food lah ya, namun bawal steamnya enakan restoran bintang menurut gue.
Open Air, *kalo gerimis bubar*,
gue makan apa ya...hmm...
kepiting telur, kerang, bawal steam itu, sama ikan baronang keknya...
Berhubung peserta yang cantik gue sendiri *pletak*, (mbak evy nginap di rumah opungnya), dan para lelaki itu kelaparan berat...hanya seginilah yang dapat kufoto.
Dan (again) dibayarin orang cabang, gue ngga tau habisnya berapa.
Jumat Malam,
setelah berkumpul dengan anak dan suami, (akhirnya) gue kesampain juga makan di Merdeka walk, depan kantor Pos.
berhubung dah mau weekend, penuh bow...
Kami makan di restoran Nelayan lagi, cuma disini, ada Nasi Kucing, itu lho...nasi yang dibungkus dan porsinya kecil2x.
Karena gue harus menjaga sang buah hati dan sementara si ayah ngonbrol dengan mas Arif dan acay...no particular food picture was taken here.
hmphh...dan sesudah itu gue baru inget, gue ngga kesampaian makan Roti Jala...ihiks....
Sunday, December 16, 2007
another friend wedding
Rasanya tak lepas gw tersenyum siang ini,
selain bahagia dengan pernikahan salah satu (eh, dua-duanya deh) teman baik,
tapi bernostalgia ke 14 tahun yang lalu.
saya, adhi , dini dan elsye sekelas dari kelas satu, sampai lulus SMA.
Dini dan Adhi bahkan berkuliah di tempat yang sama walopun beda jurusan.
Inget kalo mereka berdua jarang ngomong, duduknya jauh-jauhan, kalo kita lagi "gila" waktu SMA, Dini selaku anak rumahan yang rajin belajar dan tidak sombong jarang banget ikut.
Apa lagi tebeng menebeng pulang, ngga ada tuh, secara rumahnya berjauhan ngga searah (yang ada gue yang nebeng Adhi terossss).
Tak disangka akhirnya mereka menikah, just thinking...
buat rekan2x yang belum dipertemukan dengan jodohnya oleh Allah swt,
coba diinget2x teman sekolahnya dulu...sapa tau he's the one!
buat Dini dan Adhi, semoga menjadi keluarga yang sakinah...Amin.
Saturday, December 15, 2007
ke Panti Werda
ditempat inilah kami berkumpul,
kerja keras panitia tak sampai sebulan,
diaz,de, indahjuli, linda,yaya dan dahlia yang kebagian membeli parcel
Panti Jompo plat merah ini
dihuni 99 orang lansia,
hasil penjaringan dari KamTib,
tak ada yang dititipi sanak saudara,
tapi yang dititipi tetangga karena memang hidup sebatang kara
*sigh* sebatang kara menunggu ajal.
mengisi hari mereka melawan sepi,
setelah kata sambuatan dari pemimpin acara dan ketua panitia (yang berusaha manahan tangisnya)
acara langsung dimulai dengan menyayikan
"Selamat Ulang tahun" dan memotong kue
satu-satunya kakek yang berkumpul di Aula,
semangat benerrrr...
"Kalian ngga bawa ayam?" katanya ketika kami tiba
*bengong*
"ayam saya sudah banyak ya mati nih..."
Usai motong kue,
bernyayi dan *tentunya* berjoget bersama,
biar usia mereka senja,
tapi masih semangat,
pengurus berujar,
"Karena ada yang mengunjungi, mbak...mereka senang, semangat, merasa diperhatikan"
Ketika acara masih berlangsung,
saya pun keluar sebentar mengelilingi panti,
Dua orang pengurus ini,
menanti diangkat menjadi pegawai negeri,
1 barak diawasi 2 orang pengurus,
dari lima barak,
hanya satu barak khusus kakek,
"Mereka tak pernah mereka keluar, disini saja sampai meninggal"
ujar mbak een (barbaju merah).
hari demi hari, detik demi detik memang dihabiskan di panti,
timbul sebersit ide,
apabila memungkinkan,
kesinilah kami kembali lagi,
membawa kakek dan nenek yang masih sehat untuk bertamasya.
Kubeli 3 celemek yang dijahit para nenek untuk mengisi waktu,
mereka juga diajarkan membuat bunga dari sedotan.
membagikan makan siang, membagikan parcel
yang dibeli dari sumbangan blogfamers seluruh penjuru dunia
*eh, ini benerab lho*
lali kami keliling ke 5 barak,
membagikan makan siang dan parcel untuk lansia lain yang memang lemah kondisi fisiknya.
sebagian tak lagi melihat,
sebagian tak lagi dapat bangun,
namun sebagian *terlihat* senang kami datang. *semoga*
masih banyak kekurangan kami dalam acara ini,
andai lebih lama kami disana....
tapi mereka harus kembali ke barak untuk beristirahat.
*mewakili panitia*
terima kasih kepada para donatur,
Insya Allah akan dilaporkan pengeluaran dananya di forum *lirik dahlia*
foto ada disini.